sponsor

Minggu, 27 September 2015

Selamat Hari Raya Idul Adha

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA


                                                    Hasil gambar untuk MOMENT HARI RAYA IDUL ADHA 

Selamat Hari Raya Idul Adha, semoga amal ibadah kita semua di terima di sisi-NYA. Amiin ya Robal 'alamin. Ini adalah moment terindah bagi umat muslim untuk mengaktualisasikan pengorbanan sebagai bukti rasa syukur kepada Allah SWT. Yang mana telah di contohkan oleh nabi Ibrahim AS untuk umatnya dimasa itu sampai sekarang.

 Sejarah kurban
Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.

“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.
Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang negro, yang diperoleh dari Mesir. Ketika berada di daerah Baitul Maqdis, beliau berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai seorang anak, dan doa beliau dikabulkan Allah SWT. Ada yang mengatakan saat itu usia Ibrahim mencapai 99 tahun. Dan karena demikian lamanya maka anak itu diberi nama Ismail, artinya "Allah telah mendengar". Sebagai ungkapan kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, seolah Ibrahim berseru: "Allah mendengar doaku".
Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun (ada pula yang berpendapat 13 tahun), pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi ada seruan, “Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).”

Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung).
Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9 Dzulhijjah disebut dengan hari ‘Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah.
Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.

Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.
Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya.
“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu?” seru Iblis.
“Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya),” jawab Nabi Ibrahim AS.
Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. “Mengapa kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis.
“Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar.
“Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis lagi.
“Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.
“Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya.
“Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar, nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa!” jawab Hajar dengan mantap.
Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan sebilah pedang,”
“Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku?” jawab Ismail dengan heran. “Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu” kata Iblis meyakinkannya.
“Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab Ismail dengan mantap.
Ketika Iblis hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain, mendadak Ismail memungut sejumlah kerikil ditanah, dan langsung melemparkannya ke arah Iblis hingga butalah matanya sebelah kiri. Maka, Iblis pun pergi dengan tangan hampa. Dari sinilah kemudian dikenal dengan kewajiban untuk melempar kerikil (jumrah) dalam ritual ibadah haji.
Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.
Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.
Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”
Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.”
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.
Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! K
au menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)
Menurut satu riwayat, bahwa Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah dikurbankan oleh Habil dan selama itu domba itu hidup di surga. Malaikat Jibril datang membawa domba kibas itu dan ia masih sempat melihat Nabi Ibrahim AS menggoreskan pedangnya ke leher putranya. Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir (Allâhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum lantas mengagungkan asma Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya kurban (Idul Adha).

Sumber: Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta


Senin, 21 September 2015

Cara mengobati dan mencegah Batu Ginjal

//peluangsemuaorang.blogspot.com

Cara mengobati dan mencegah  Batu Ginjal

Bagi anda yang sudah terlanjur kena batu ginjal, banyak cara untuk mengobati batu ginjal, salah satunya dengan minum daun kejibeling di campur dengan daun kumis kucing  yang di rebus dan ditambah sedikit madu. Minumlah secara rutin setiap pagi dan sore hari dan jangan lupa harus banyak minum air putih. Selain obat tradisional, banyak obat yang dijual diapotik tentu dengan resep dokter.

 Indonesia yang sangat kaya dengan aneka tumbuh-tumbuhan obat, sudah lama mengenal manfaat dari daun keji beling. Karena telah terbukti khasiatnya selama beberapa generasi sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Tumbuhan keji beling sebenarnya sering dapat kita jumpai tumbuh liar di pekarangan atau kebun. Tumbuhan ini juga mudah sekali tumbuh didataran tinggi maupun dataran rendah, tampak nya tumbuhan keji beling ini sangaat mudah beradaptasi di iklim tropis seperti di Indonesia.

Di balik kemudahannya tumbuh disembarang tempat dan sering disangka tanaman liar, tersembunyi manfaat tumbuhan kejibeling, terutama untuk mengobati gangguan ginjal. Sepert yang kita ketahui bahwasanya ginjal adalah salah satu organ vital didalam tubuh kita yang berfungsi sebagai saluran ekskresi. Salah satu gangguan ginjal yang dapat disembuhkan oleh ramuan keji beling adalah batu ginjal.

Tumbuhan ini mempunyai kandungan kalsium karbonat yang tinggi dan air rebusannya bersifat alkali yang lemah. Daun keji beling mempunyai kandungan mineral yang sangat tinggi seperti kalium, kalsium, natrium, ferum, dan fosfor. Daun ini juga mengandung kafein dalam kadar yang rendah. Kalium ysng terkandung dalam keji beling berfungsi melancarkan air seni serta menghncurkan batu dalam empedu, ginjal, dan kandung kemih. Natrium berfungsi meningkatkan cairan ekastraseluler yang menyebsbksn peningkatan volume darah. Kalsium berfungsi membantu proses pembekuan darah dan sebagai katalisator berbagai proses biologi dalam tubuh dan mempertahankan fingsi membran sel. Sementara itu, asam silikat berfungsi mengikat air, minyak, dan senyawa-seanyawa non-polar alinnya. Kandungan kalium, natrium, dan kalsium itu membuat rasa keji beling pahit.
Sebelum terkena batu ginjal sebaiknya anda sering membersihkan ginjal anda sendiri minimal 3-6 bulan sekali. Bagaimana tipsnya? Siapkanlah daun seledri minimal 0.5 kg, yang bisa anda beli di pasar atau di tukang sayur sekitar rumah anda. Cucilah bersih, potong-potong kecil dan rebuslah dengan air 1 liter sampai mendidih selanjutnya di saring.Tunggu hingga dingin , setelah dingin minumlah satu gelas pagi, sisanya masukkan kedalam kulkas, minum lagi satu gelas sore hari selama 3 hari berturut dan rasakan bedanya.
Bagi anda yang masih bingung baik untuk mengobati atau untuk pencegahan saya juga menyediakan obat herbal kejibeling berupa kapsul dengan harga per kapsul yang sangat  murah. Harga cuma Rp 2.000,- per kapsul. minimal pemesanan 50 kapsul.


Anda dapat memesan Obat keji beling via Email : Lastonobae@gmail.com atau telp.0852-733-88-129. Pengiriman via TIKI / JNE, Garansi uang kembali 100% .

Sabtu, 29 Agustus 2015

Bisnis barang bekas???? kenapa tidak!!!!!

Bisnis Barang Rongsokan/Bekas, Kenapa Tidak?

Masih banyak peluang usaha yang bisa dikerjakan agar kita tidak berpangku tangan mengharap bantuan dari orang lain.
Salah satunya adalah usaha barang rongsokan atau barang bekas. Tulisan ini terinspirasi dari hasil wawancara saya dengan pelaku usaha barang rongsokan dan barang bekas. Sebut saja pak Sani, kesehariannya dia berdagang bakso pikulan. Pagi hari ke pasar beli daging, trus digiling di tempat penggilingan daging langganannya, untuk kemudian dijual pada siang harinya. Dan tidak sampe sore hari dagangannya biasanya sudah habis.
Pak Sani juga nyambi sebagai tukang pijit, istrinya juga bekerja serabutan terkadang juga jadi tukang pijit khusus wanita. Suatu hari saat memijit saya dia bercerita tentang sepak terjangnya dibisnis barang rongsokan yang menurutnya sangat menguntungkan (meski dia tidak menyebut nominalnya).
Barang2 yang menurut dia sangat tinggi harga jualnya salah satunya adalah besi rongsokan, namun barang tersebut susah didapat. Kemudian disusul plastik dan kertas/koran bekas. Berbeda dengan besi rongsokan, kertas/koran bekas lebih gampang didapatkan mengingat pak sani tinggal dekat dengan lingkungan kampus dan perkantoran serta daerah yang padat penduduk. Sembari menjajakan dagangannya biasanya pak Sani juga menawarkan jasa pembelian barang bekas/rongsokan yang dimiliki warga. Meskipun penghasilannya dari bisnis barang bekas/rongsokan ini lebih besar ketimbang berjualan bakso, pak Sani tetap berjualan bakso seperti biasanya.
Lain lagi dengan tetangga bulik saya di daerah gamping sana, seorang mahasiswa asal cirebon justru menjadikan bisnis besi rongsokan ini sebagai mata pencahariannya, bahkan dia telah memiliki 10 pegawai yang dia pekerjakan untuk membantunya.

Menjadi pengepul barang bekas adalah salah satu bisnis yang menggiurkan. 7 kiat sukses membangun usaha pengepul barang bekas ini kami sajikan bagi anda para Wirausahawan Sejati. Ada beberapa langkah atau kiat sukses sebelum anda memulai bisnis barang bekas. Kiat sukses ini tidak harus anda lakukan, namun jika anda rasa langkah ini perlu, maka lakukanlah. Ada banyak langkah dan setiap orang mempunyai caranya sendiri-sendiri. Namun kali ini tim wirasejati.com telah merangkumnya menjadi 7 bagian. Artikel ini kami buat berdasarkan pengalaman dan analisa bisnis yang akurat. Kami juga membandingkan dengan pangsa pasar dunia. Mengapa sampai sedetail ini? Karena kami ingin, dari setiap tulisan kami akan membawa hal positif bagi para pembacanya. Sehingga tujuan kami dapat tercapai, yaitu menciptakan wirausahawan baru di tanah tercinta Indonesia. Agar jumlah para pengangguran di Indonesia dapat teratasi. Adapun 7 langkah sukses tersebut adalah :
  1. Tentukan potensi dan produk di wilayah anda.
    Sebelum memulai bisnis barang bekas, ada baiknya anda meninjau dahulu potensi pasar yang ada. Jika anda sudah memulai dan ingin mengembangkan usaha anda, ada baiknya anda koreksi kembali potensi pasar ini. Karena ada dua tujuan utama dari sebuah bisnis barang bekas yaitu untuk didaur ulang atau untuk dijual kembali. Tentukan mana potensi yang paling dominan, antara hanya untuk daur ulang atau dijual kembali.
  2. barang bekas, rosok, pengepul barang bekas, kiat sukses pengepul barang bekas,
  3. Tentukan modal, target pasar, dan strategi bisnis.
    Setelah meninjau potensi pasar, tentukan dengan modal anda. Cukupkah modal yang anda punya, sesuaikan dengan tujuan utama bisnis anda. Misalkan anda mempunyai tujuan ingin melakukan daur ulang sendiri, maka akan banyak modal yang diperlukan. Jika anda ingin menjualnya kembali, tentukan modal pokok yang kira-kira anda perlukan. Mempertimbangkan modal sama halnya mempertimbangkan kelangsungan usaha. Andapun dapat memulai bisnis ini tanpa modal materi. Modal yang anda butuhkan cukup kretifitas dan strategi pemasaran. Dengan barang bekas yang anda kumpulkan, anda dapat menciptakan sebuah produk baru yang mempunyai nilai seni yang harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pertimbangkan apakah anda dapat menguasai pasar jika anda mengolah kembali barang tersebut menjadi barang yang baru. Tentukan pula strategi bisnis seperti apa yang kita perlukan untuk menguasai pasar.
  4. Daftarkan perusahaan anda ke Dinas setempat.
    Salah satu cara tercepat dalam memasarkan produksi kita, termasuk memperkenalkan usaha kita ke khalayak ramai adalah dengan cara mendaftarkan perusahaan kita atau jenis usaha kita ke dinas setempat. Seperti mencari SIUP atau Surat Ijin Usaha Perdagangan, dengan kita mempunyai SIUP, maka usaha kita sudah tercatat di dinas setempat. Sehingga akan lebih banyak lagi orang yang bisa mengenali jenis usaha anda. Terkadang, seorang investor mencari daftar usaha dengan cara mendatangi sebuah dinas, lalu menganalisa jenis usaha yang pantas untuk di investasikan. Jika ada investor, maka kesempatan kita untuk memperbesar perusahaan kita.
  5. Mulailah sedini mungkin.
    Terkadang yang menjadi kendala dari seorang wirausaha adalah menunda-nunda, terlalu banyak pertimbangan. Yakinlah, jika anda mulai sekarang juga, maka kesempatan untuk sukses semakin cepat tercapai. Namun jika kita terlalu banyak pertimbangan, maka kita hanya menunda kesempatan sukses tersebut. Gagal atau rugi itu bagian dari bisnis. Dan seorang Wirausahawan Sejati tidak pernah takut dengan sebuah kegagalan. Karena bagi seorang Wirausahawan Sejati, kegagalan adalah jembatan menuju kesuksesan. 
  6. Ciptakan pangsa pasar dan naikkan popularitas.
    Saat sebuah usaha sudah berjalan, maka yang paling penting untuk dilakukan adalah strategi pemasaran. Jika kita mempunyai produk tapi kita tidak dapat menjualnya, apalah arti produk tersebut. Mengapa kita perlu menaikkan popularitas? Mungkin, saat belum ada yang mengenal usaha anda, anda perlu mencari barang kesana kemari, akan tetapi, saat orang lain mulai mengenal usaha anda, mereka akan datang dengan sendirinya, dan tentunya akan menghemat waktu dan biaya anda.
  7. Pilih lokasi yang strategis.
    Mengapa lokasi menjadi peranan utama dalam sebuah bisnis? Ada dua faktor yang sangat dominan dari penentuan sebuah lokasi. Jika anda pelaku bisnis kecil yang bersifat hanya mengumpulkan barang bekas bukan untuk di daur ulang sendiri atau untuk di produksi ulang menjadi produk baru, maka anda perlu memilih lokasi yang mudah dijangkau, tapi yang anda perlu perhatikan adalah bagaimana jika orang datang dan membeli kembali semua barang anda. Karena kebanyakan perusahaan daur ulang, mereka membelinya secara langsung dari pengepul. Lokasi anda pun harus mudah dicari dan memiliki akses jalan yang memadai. Berbeda jika anda mempunyai usaha daur ulang, maka lokasi yang anda pilih sebisa mungkin jauh dari pemukiman. Meskipun tidak harus, tapi sebuah usaha boleh dibilang pabrik meskipun skalanya masih kecil, akan sangat rentan jika berada di pusat keramaian. Inilah pentingnya kita menentukan lokasi.
  8. Temukan produk secara langsung dari rumah ke rumah.
    Jika anda baru memulai sebuah usaha, anda perlu melakukan langkah ini. Yaitu membeli barang yang anda butuhkan langsung door to door. Artinya, anda harus membelinya langsung dari yang mempunyai barang. Karena faktor harga jelas lebih murah. Disamping itu, anda bisa memantau pangsa pasar yang ada. Bahkan jika usaha anda sudah berjalan, mungkin anda bisa mengumpulkan beberapa orang yang bisa anda minta untuk mencarinya secara door to door. Lalu anda membeli barang tersebut dari orang-orang yang anda minta mencari barang tersebut. Langkah ini lebih efisien dari pada kita bekerja sendiri.
Dari berbagai sumber.